Cara Mudah dan Simple Meramaikan Masjid

Masjid merupakan tempat ibadah yang sudah seharusnya di ramaikan, tetapi kebanyakan masjid hanya di datengi orang orang tua saja, bahkan banyak masjid yang mulai dari tukang bersih beraih, adzan dan semua pengelolanya dari orang tua. Padahal anak muda jika ngurus masjid pasti lebih bagus, di samping tenaganya masih kuat, pemikirannya juga masih cemerlang dan brilian, maka sudah seharusnya pemuda yang meramaikan masjid.

Cuma masalahnya sekarang, para pemudanya pada kemana, pada rame dimana?

Saat saya ke masjid jumat kemaren, saya mendapat pencerahan dari khotib shalat jumat, beliau berkata seperti ini

“Pemuda ini.. sukanya makan bukan suara (ceramah)”

Jadi klo mau memakmurkan masjid dengan pemuda, jangan disuruh mendengarkan pengajian, jangan diceramahi, tidak perlu di kasih nasehat macem macem. Butuhnya hanya makan bukan ceramah.

Jadi habiskan saja uang di masjid itu untuk beli makan. Biarkan mereka datang hanya untuk makan siang atau malam. Di tempat tongkrongan pemuda. saya melihat mereka pada pegang hp jadi saya pasang wifi yg banter di masjid saya. Saya juga liat mereka pada main games, ya saya siapin mereka komputer untuk main games. Asal mereka mau ke masjid, waktunya adzan ya break sholat, diajak sholat.
Nggak mau sholat nggak papa. Jangan diceramahi apalagi dimarahi. Jangan bosen ngajak dengan senyum dan sabar.

Jadi orang tua harus sabar. Jangan terburu buru pengen melihat hasil. Yang Istiqomah untuk terus saja mengajak. Jangan berpikir.

“kok enak banget di masjid cuma makan aja gak mau di ajak shalat”.
Tidak masalah. Bahkan… kalau ada pelanggan yang hanya mampir makan aja… ya gak apa apa. Dapet berkahnya kok kita. Mesakin aja mereka itu… jangan jangan nggak punya uang untuk makan.

Habiskan uang untuk beli nasi.
Pengalaman saya. uang saya dihabiskan, besok malah ada shodaqoh lebih besar. Dihabiskan lagi juga begitu terus, semakin banyak.

Aktiflah kalau punya uang di kas. Jangan bingung nggak punya atau kehabisan kas.
Harus tulus, dan husnudzon pada Allah dan kehidupan.

Pengalaman di masjid saya. pemuda yg datang hanya untuk makan dan wifian mulai sediki sedikit sholat dan nguping dengerin ceramah. Kita fasilitasi lagi dengan keterampilan belajar entrepreneur, belajar bikin film, apapun yang di inginkan.

Alhamdulillah. sekarang mereka yang pergi dakwah, Shalawatan dan terkadang dipakai mahasiswa belajar memanfaatkan wifi tidak apa apa. Kalau ada yg buka maksiat maksiat tidak usah bingung juga. Husnudzon saja.

Dakwah ini perlu sabar, perlu cara. Ini dakwah pada orang yang tidak ngerti… bahkan sebagian besar mikir perut keluarganya saja berat. Belum sampai kalau harus bicara beragama. Tetapi mereka merasakan indahnya diantara orang orang beragama.

Setelah kita rangkul… alhamdulillah mereka sekarang ya jubir dimana mana terutama tentang dakwah kepemimpinan”.

Begitu khotbah yang di sampai di masjid kemarin dan saya bisa mengambil banyak pelajaran dari cerita itu. Bahwa kesabaran dalam berdakwa akan membuat kita berhasil, selalu khusnudzon saja sama Allah, maka Insya Allah akan dibukakan pintu hidayah Allah untuk mereka.

Leave a Comment