Cinta dan Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh Dengan Cinta Yang Benar-

Pernah mendengan kata pepatah ini ” It’s takes a little patience and it takes a lot of faith but it’s worth the wait “Butuh sedikit kesabaran dan ketinggian keyakinan [iman] tetapi [cinta] itu pantas untuk ditunggu.”

Saya kurang setuju dengan perkataan “Saya Mau Mencari Jodoh”, menurut saya perkataan itu salah, kenapa saya berani menyalahkannya? Karena pada hakekatnya Allah sudah menyiapkan jodoh untuk kita, jadi tidak usah susah susah mencarinya.

Lalu bagaimana kita mendapatkan jodoh kita? Jawabannya sangatlah simple yaitu berikhtiarlah sambal memperbaiki diri, oke saya akan lanjutkan membahas masalah jodoh.

Sebenarnya, jodoh kita tidak ada satu manusiapun yang tahu. Seberapa keras kita menggenggamnya, seberapa jauh kita berjalan, seberapa lama kita bertahan, seberapa cinta kita kepadanya, seberapa ingin kita memilikinya, jika namanya tak tertulis bersanding dengan nama kita di Lauh Mahfudz, maka tidak ada yang bisa memaksakannya. Maka siapa yang tau nama kita bersanding dengan siapa, cukuplah kita menunggu takdir Allah, dengan berikhtiar yang benar.

Oke sekarang begini, ada seseorang misalnya, pacarana dan melakukan kemaksiatan disana sini, terus dia jadi menikah dan nyaman nyaman saja rumah tangganya, yang seperti itu bagaimana tuh ? maka pendapat saya, selama dia tidak bertaubat dengan apa yang pernah di lakukannya, selama dia tidak meminta maaf sama Allah atas kemaksiatan yang pernah di lakukannya maka Insya Allah rumah tangganya tidak akan pernah mendapat keberkahan, okelah didunia bahagia tapi bagaimana dengan akhiratnya?

Maka mencari dan menunggu jodoh sebaiknya dengan wajar saja, Kadang nafsu bergolak menguasai hati. Oleh karena itu, saran saya selama masa penantian, teruslah berbenah, tata hati kita, persiapkan diri sebaik mungkin agar pantas bersanding dengan si dia kelak. Dan pastikan kita bertemu dengan si dia di tempat yang karuniai Allah dengan waktu yang sangat tepat. Misalnya ketemu di Mekkah saat menunaikan ibadah haji atau umroh, nah itu kan lebih romantic, dari ada ketemu di tempat tongkrongan pada malam minggu kliwon.

Coba amati Firman Allah yang Artinya sebagai berikut:

“Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)”…..(QS An-Nur: 26)

Maka jangan takut, selama kita terus berbenah memperbaiki hati, maka Insya Allah kitapun akan mendapatkan sesuai dengan apa yang kita inginkan, jikapun tidak sesuai pasti mendapatkan yang lebih baik, kenapa begitu? Karena Allah bukan maha pengingkar janji, ketika Allah sudah berjanji memberikan yang untuk yang baik dan yang jelek untuk yang jelek maka, pasti itu terjadi. Masih belum percaya kah?

Pernahkan kita mendengar kata kata bijak berikut : The longest worship is married, find a partner who is ready to always learn and improve together (“Ibadah terlama adalah berumah tangga,  maka carilah pasangan yang siap belajar bersama.”), nah sudah tau kan ibadah yang paling lama di antara ibadah ibadah lain adalah menikah, maka pastikan ibadah kita di terima oleh Allah dengan cara yang sesuai dengan syariat Allah, kalua tidak sesuai ya tidak di terimalah.

Menikah dan berumah tangga sungguh membutuhkan perjuangan, kesabaran dan keikhlasan secara terus-menerus dalam kebersamaan yang ada, mengerti satu sama lain, setia dan saling mengalah saat ada masalah, karena setiap perjalanan kita pasti akan di uji oleh Allah, untuk apa? Ya tentunya untuk menaikkan derajad kitalah, menjadikan kita lebih baik lagi, jadi dalam berumah tangga pasti ada krikil krikil yang sedikit mengganggu perjalanan kita, itu sudah wajar dan justru kurang asik kalua dalam rumah tangga hanya gitu gitu aja, bukan begitu? Jadi kesabaran dan kesetiaan adalah kunci utama suksesnya rumah tangga kita, selalu libatkan Allah dalam setiap masalah rumah tangga kita, sebesar apapun masalahnya, sesulit dan semudah apapun itu masalahnya, tetaplah Allah terlibat.

Maka semua dipadukan dalam satu bingkai saling pengertian, saling menyayangi, saling mengayomi, saling membutuhkan, saling mengingatkan, saling percaya, itu adalah kunci dari segalanya dalam berumah tangga. Romantis sekali rumah tangga kita jika bisa mengamalkan itu semua.

Pesan saya bagi yang masih jomblo, jangan sampai salah memilih, ingat selalu masa depan kita ditentukan oleh pilihan kita saat ini, jika saat ini kita salah memilih maka masa depanpun jika akan salah. Maka berhati hatilah, teruslah menata hati, PDKT sama Allah, minta petunjuknya jangan diem aja di kamar.

Bagi yang sudah menikah, jaga keluarga kita dari api neraka, sabarlah dalam menghadapi lika liku perjalanan dalam berumah tangga, tetaplah berada dijalan yang lurus yang telah Allah tunjukkan pada kita, jangan malu meminta pertolangan sama Allah. Mari kita tingkatkan kwalitas rumah tangga yang kita bina. Sebab, meningkatkan kualitas rumah tangga, hakekatnya meningkatkan kualitas ibadah juga.

Leave a Comment