Ibu Sebagai Madrasah Pertama | Nasehat Untuk Ibu

Nasehat Untuk Ibu

Ibu Sebagai Madrasah Pertama- Seorang ibu Insya Allah tidak akan ada NIAT menjerumuskan anaknya ke sesuatu yang mudharat, apalagi disengaja ingin mencelakakan dunia akherat anak anaknya. Namun, Karena minimnya ilmu agama maka seorang ibu bisa saja tanpa sadar sangat mungkin melakukan hal hal negatif yang justru menjerumuskan anaknya saat mendidiknya.

Lihatlah hari ini betapa banyak seorang ibu yang mendadani anaknya agar menarik dan imut, degan cara memakaikan pakaian pakaian yang sexy ala orang dewasa. Berapa banyak seorang ibu yang mengajarkan anaknya berjalan melenggak lenggok ala peragawati, agar mereka kelak tumbuh memiliki talent seorang model. Berapa banyak seorang ibu memotivasi anak gadisnya agar mencari laki laki yang kaya raya dan mapan, tapi sangat sedikit sekali yang menyaranakan agar mendapat calon suami yang sholeh. Berapa banyak seorang ibu yang membiarkan anak gadisnya dandan cantik dan wangi setiap keluar rumah dan bangga saat anaknya memiliki pacar. Berapa banyak seorang ibu yang mendaftarkan anaknya ikut lomba lomba kontes model kecantikan yang umbar urat dan bangga saat anaknya menjadi artis dengan memajang aurat di halayak ramai. Berapa banyak seorang ibu yang sengaja menyuap ke kantor kantor supaya menerima anaknya bekerja dan bangga saat anaknya memegang jabatan yang tinggi degan hasil yang curang. Berapa banyak seorang ibu yang dengan rasa kasihan dan tidak teganya enggan membangunkan anaknya untuk shalat subuh dan isya’ meskipun sudah baligh tanpa berfikir gimana nasib anaknya kelak di neraka.

Berapa banyak seorang ibu yang meng up-load foto anak gadisnya tanpa menutup aurat di sosial media. Berapa banyak seorang ibu yang membujuk suaminya untuk membelikan anak- anaknya gadget, laptop maupun TV di kamar masing- masing supaya anaknya tidak ketinggalan informasi. Nyatanya benda- benda tersebutlah yang menjadi jalan anaknya mengenal pornografi dan kecanduan game.

Berapa banyak seorang ibu yang lebih senang mengajarkan anaknya nyanyian nyanyian dan tarian tarian dibanding khusus mengajarkan lafadz- lafadz Quran dan bangga saat anaknya masih kecil fasih meniru- niru lirik dan gerakan orang dewasa. Berapa banyak seorang ibu yang menyuguhi anaknya dengan aneka les- les pengetahuan dunia tapi enggan mengajarkan perkara shalat, ngaji dan ibadah lain pada anak- anaknya dan bangga anaknya menjadi orang bergelar tapi bahkan gak tau doa masuk wc. Berapa banyak seorang ibu yang membelikan pakaian- pakaian sexy dan pernak-pernik agar anaknya tampil cantik.

Ibu adalah yang paling dekat dengan anak- anaknya di banding dengan suami, sebab itulah ibu di juluki sebagai “AL UMMU MADRASAH AL ULA” (Ibu adalah madrasah pertama bagi anaknya). Dan sungguh begitu banyak kejahilan-kejahilan yang di lakukan seorang ibu karena minimnya agama.

 

Untuk ibu

“Tidakkah engkau sayangkan mengandungnya 9 bulan penuh perjuangan dan kesakitan, namun mengapa begitu anak mu sudah besar engkau biarkan auratnya terumbar, engkau biarkan ia di zinai pacarnya berkali kali, engkau biarkan dia melakukan maksiat dan dosa.

Wahai ibu

Janganlah engkau Didik anak mu sesuai nafsu dunia, tapi Didik ia menjadi anak yg sholehah, Segerelah dan cegahlah anak mu di jalan yang salah, sebelum semua terlambat dan engkau akan menyesalinya dunia dan akhirat.

Ayo segera singkirkan baju baju anak gadis mu yang ketat, sexy dan mengumbar aurat, sebelum ia kenakan terus dan menjadi santapan para laki laki. ayo bekali dirimu ilmu agama, Jangan malas datang kekajian ilmu agama. Jadikan Al Qur’an dan Hadits sebagai pedoman hidup mu, dan Amalkan dalam mendidik anak- anak mu.

Ingatlah bahwa Kita tidak bisa lolos dari hisab dengan alasan “Maaf Tuhan saya tidak tau kalau harus ajari ini itu” Karna perintah menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim, Tidak terhenti saat kita menikah, tidak terhenti saat kita jadi nenek kakek, terus sampai kita meninggal.

Jadikan diri kita setiap harinya sebagai seorang ibu teladan kebaikan, Jadikan diri kita seorang ibu pencari ilmu. Jadikanlah anak mu sholeh sejak dini

Leave a Comment