Kisah Penjual Koran | Kisah Inspiratif

Kisah Inspiratif

Kisah Penjual Koran- Seorang PENJUAL KORAN ini mungkin bukan Ustadz atau Kiyai atau Prof atau juga Doktor, tapi kita wajib belajar darinya. Ini adalah kisah runungan untuk kita semua dari seorang penjual koran

Pagi itu seorang penjual Koran berteduh di tepi sebuah warung, Sejak subuh hujan turun lebat sekali, seakan menghalangi nya melakukan aktivitas untuk berjualan koran seperti biasa. Terbayang di fikiranku, tidak ada satu sen pun uang yang akan di peroleh seandainya  hujan tidak berhenti. Namun, kegalauan yang kurasakan ternyata tidak nampak sedikitpun di wajah Penjual  Koran itu.

Hujan masih terus turun. Si penjual koran masih tetap duduk di tepi warung itu sambil tangannya memegang sesuatu, Tampaknya seperti sebuah buku, Kuperhatikan dari jauh, lembar demi lembar dia baca. Awalnya aku tidak tahu apa yang sedang dibacanya, Namun perlahan-lahan ku dekati, ternyata Kitab Suci Al-Quran yang dibacanya.

“Assalamu ‘alaikum” tanyaku sambil mendejatinya

“Wa’alaikumus salam” jawabnya dengan hiasan senyum di wajahnya yang menambah keceriaan

“Bagaimana jualan korannya  pak ?” tanya lanjut

“Alhamdulillah, sudah terjual satu.” Dia menjawab begitu santainya

“Susah juga ya, kalau hujan begini” aku terus mengajukan pertanyaan sembari menemaninya

“In shaa Allah sudah diatur rezekinya.” Dia kembali menjawab dengan tenang

“Terus, kalau hujannya sampai siang ?” lanjutku

“Itu berarti rezeki saya bukan jualan koran, tapi banyak berdoa.” Jawaban si penjual koran itu benar benar menampar hatiku, begitu ikhlasnya dia

“Kenapa ?” aku terus bertanya

“Bukankah  Rasulullah SAW pernah besabda, ketika hujan adalah saat yang mustajab untuk berdoa. Maka, kesempatan berdoa itu adalah rezeki juga.” Dia menjawab dengan di iringi senyuman

“Lantas, kalau tidak dapat uang, bagaimana ?” akupun terus bertanya sesuai logikaku, jika tidak kerja tidak dapat uang

“Berarti, rezeki saya adalah bersabar” santai sekali bapak ini gumamku dalam hati

“Kalau tidak ada yg bisa dimakan ?” aku terus bertanya

“Berarti rezeki saya berpuasa” jawabnya simple tapi mengenak sekali

“Kenapa bapak bisa berfikir seperti itu ?”

“Allah SWT yang memberi kita rezeki, Apa saja rezeki yang Allah berikan saya syukuri. Selama berjualan koran. walaupun tidak laku, dan harus berpuasa saya tidak pernah  kelaparan” kata-katanya ikhlas menutup pembicaraan

Akhirnya Hujan pun berhenti, Si penjual  koran bersiap-siap untuk terus menjajakan korannya, Ia pergi sambil memasukkan Al-Quran ke dalam tasnya, Aku termenung, tanpa kusadari cermin mata ku menjadi gelap karena cucuran tangisku, Aku tersadar setelah aku merenungi setiap kalimat tausiah yang diucapkan penjual  koran tadi. Ada penyesalan di dalam hati, mengapa kalau hujan ada yg resah-gelisah.

Kuatir tidak mendapat uang, risau rumahnya akan terendam banjir, Bimbang tidak bisa datang kekantor, Keluh kesah tidak bisa bertemu rekan bisnis.

Kembali baru ku sadari, Rezeki bukan saja uang, Tetapi bisa dalam bentuk hidayah, kesabaran, berpuasa, berdoa, beribadah, rasa syukur dan semuanya merupakan amal sholeh yang perlu kita syukuri yang juga merupakan rezeki dari Allah SWT, dan sering tidak kita sadari.

Subhanallaah walhamdulillaah Walaa ilaaha illallaah Allaahu Akbar.

Leave a Comment