Mencintai TAUHID | Bela TAUHID

Bendera Tauhid, Bendera Hizbut Tahrir, HTI

Bela TAUHID

Mencintai TAUHID– Sedang rame tentang bendera TAUHID, ini bermula saat bendera tauhid dibakar oleh pemuda Banser pada saat acara perayaan hari santri. Insiden ini menyebabkan kegaduhan yang berkepanjangan, bahkan sampai saat ini.

Beberapa tanggapan seseorang tentang kejadian tersebut.

Cuma bendera aja kok sampai sebegitunya???

Ini bendera tauhid yang harus dibela sampai titik akhir!!!

Dari respont keduanya maka timbullah konflik saling mencaci. teman jadi lawan, guru jadi tak musuh, tetangga jadi tak kenal, semua berubah saat para perespont menyebar kebencian. Saling membuka Aib satu sama lain. Saat si A punya cela maka si B segera menyebarnya secepat mungkin, begitu pula sebaliknya, bahkan saat AIBnya tak terlihat, maka mereka saling menciptakan AIB.

Terus kalua begini caranya menyelesaikan masalah, kapan selesainya…..

Terus bagaimana solusinya.?

Masalah solusi akan insiden tersebut, kembali pada diri kita sendiri, bagaimana menyikapi ini semua. Jika kita merasa kita mencintai kalimat tauhid maka sebutlah berulangkali, jadikan hati ini dipenuhi dengan tauhid, penyaksian kepada Allah, hingga tidak ada lagi waktu untuk membenci.

Tapi ini adalah simbol Islam, yang harus dibela?

Saya yakin semua umat muslim di dunia yang dirinya beriman kepada Allah, tanpa di tanya dan di jelaskan mereka mencintai kalimat tauhid. Masalah itu simbol maka kembalikan semua pada pemerintah, biarkan pemerintah yang memutuskan bagaimana solusinya, jika pemerintah tidak bijak dalam mengatasi masalah ini, kita bisa menyelesaikannya dengan damai.

Kita harus belajar berprasangka yang baik, jangan karena over benci terus apa yang dilakukannya membuat kita berprasangka buruk. Begitupun sebaliknya, karena over benci kepada HTI hingga apapun yang menyerupai simbol HTI di hina di caci apalagi di bakar. Harusnya di amankan.

Lakukan seperti yang di lakukan oleh ust haikal, beliau mendatangi pelaku dan langsung bertanya apa maksud dibakarnya bendera tersebut. Jika memang karena unsur kesengajaan maka kita memaafkan kemudian menyerahkannya pada petugas. Jika karena kurang faham maka kita ajari, kita bina dan rangkul. Ini pembuktian bahwa kita sesame muslim saling merangkul.

Bukannya jika kita menjaga AIB orang lain, Allah akan menjaga AIB kita.

Perlu kita sadari bahwa kita bisa seperti saat ini, karena Allah menutup AIB kita, kita dihargai orang lain, di hormati dan bantu, itu semua tidak luput karena Allah menutup AIB kita. Pernahkan kita membayangkan bagaimana jika Allah membuka AIB kita, membuka keburukan yang pernah kita perbuat, apa masih ada orang yang akan mau Bersama kita?

Maka solusi dari segala solusi dari Insiden Pembakaran Bendera iya memaafkan dan menyerahkan pada hokum yang berlaku. Kemudian mengunggu keputusan pemerintah tanpa harus menciptakan kegaduhan kegaduhan yang berujung perpecahan.

Leave a Comment