Netizen Berdosa | Citizen Yang Salah

Carita Seorang Netizen (Tukang Komen)

Netizen Berdosa | Citizen Yang Salah- Suatu hari ada seseorang pemuda yang datang menemui salah seorang Ustadz, dalam pertemuannya tersebut si pemuda mengajukan pertanyaan

” Ust. Saya mau tanya” ujurnya saat sdah berhadap dengan ust

” Silahkan mau tanya apa? ” Jawabnya singkat sambil tersenyum

” Lebih baik mana. Orang yang berprilaku baik tapi tidak shalat, dengan orang yang prilakunya tidak baik tapi ahli ibadah”

Dengan santai dan tersenyum ustadz tersebut menjawab “dua duanya baik”

” Lhoo kok bisa ust bukannya mereka gak ada yang bener” tanya balik dengan wajah heran

” Jadi begini, orang yang perbuatannya baik tapi jarang ibadah, siapa tau karena perbuatan baiknya dia mendapat hidayah dari Allah sehingga bisa senang ibadah. Begitu juga sebaliknya, orang yang perbuatannya tidak baik tapi rajin ibadah, karena ke istiqomahan ibadahnya dia bisa berbuat baik” jawab ustadz dengan santai

“Terus yang tidak baik yang mana ust, harsnya kan adalah di antara mereka yang lebih baik” ujurnya mash penasaran.

” Yang tidak baik itu adalah kamu” jawabnya singkat

“Lhoo kok bisa saya ust?” Pertanyaanya heran

” Kenapa begitu? Karena kamu menyibukkan dirimu menilai orang lain, padahal kamu tidak tau sebenarnya apa yang ada dalam hati seseorang, dan bukankah kamu akan di hisab amalmu kelak karena dirimu sendiri bukan karena orang lain”

Dari cerita di atas kita tau donk apa pelajaran yang bisa kita ambil. Disitu jelas bahwa orang yang salah adalah orang yang seneng mencari kesalahan orang lain, padahal kelak dia di hisab karena amalnya sendiri bukan orang lain, terus buat apa cari- cari kesalahan orang lain.

Fenomina demikian sepertinya sudah menjadi kebiasaan di negara kita, banyak orang yang ngerasa dirinya sudah benar hingga berani mengatakan orang lain salah, padahal kita belum tau kenapa orang itu begitu, pasti ada alasannya.

Maka menyibukkan diri dengam mencari kesalahan orang lain bukanlah perbuatan yang baik, kenapa kita mencoba untuk membenahi kesalahan kita saja, lebih mendekatkan diri kepada Allah dari pada menyibukkan diri dengan mengejek, mencaci bahkan menyebarkan AIB orang lain.

Sudah waktunya kita bersatu,, tinggalkan menebar kebencian

Leave a Comment