Pantaskan Diri Dikejar Rizki

Nasehat Untuk Kita Semua

Rizki jangan dicari tapi dijemput

Pantaskan Diri Dikejar Rizki- Kesalahan kita dalam menginterpretasikan sesuatu itu akan membuat kita menemukan kesalahan besar. Dalam masalah rejeki kita sering bilang “Aku mau cari Nafkan (Harta)” Istilah mencariitu berarti sesuatu yang hilang kemudian kita cari. Padahal kita diberi porsi oleh Allah masalah Rizki, jadi buat apa kita mencari. Kita tinggal menjemput saja, kan sudah ada tinggal menjemput, meminta sama Allah, semakin sungguh sungguh kita memintanya maka hasilnya pun akan maksimal.

Coba kita perhatikan Nasehat Nasehat berikut :

Yang kerja keras belum tentu mendapat banyak.

Yang kerja sedikit belum tentu mendapat sedikit.

Karena sesungguhnya Konsep Rezeki adalah mengejar, bukan dikejar.

 

Rezeki akan mendatangi,

bahkan akan mengejar,

hanya kepada orang yang PANTAS DIDATANGI….

Maka, pantaskan dan patutkan diri untuk pantas di datangi, atau bahkan dikejar rezeki.

Inilah hakikat ikhtiar…

 

Setiap dari kita telah ditetapkan rezekinya sendiri-sendiri.

Karena ikhtiar adalah kuasa manusia, namun rezeki adalah kuasa Allah Azza Wajalla.

Dan manusia tidak akan dimatikan, hingga ketetapan rezekinya telah ia terima, seluruhnya.

 

Ada yang diluaskan rezekinya dalam bentuk harta,

Ada yang diluaskan dalam bentuk kesehatan,

Ada yang diluaskan dalam bentuk ketenangan, keamanan,

Ada yang diluaskan dalam kemudahan menerima ilmu,

Ada yang diluaskan dalam bentuk keluarga dan anak keturunan yang shalih,

Ada yang dimudahkan dalam amalan dan ibadahnya…

Dan yang paling indah, adalah diteguhkan dalam hidayah Islam…

Hakikat Rezeki bukanlah hanya harta saja,

Rezeki adalah seluruh rahmat Allah SWT

 

Adapun

8 JENIS REZEKI DARI ALLAH SWT

 

1.REZEKI YANG TELAH DIJAMIN.

‎وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

“Tidak ada satu makhluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin ALLAH rezekinya.”

(Surah Hud : 6).

 

  1. REZEKI KARENA USAHA.

‎وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى

“Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya.”

(Surah An-Najm : 39).

 

  1. REZEKI KARENA BERSYUKUR.

‎لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.”

(Surah Ibrahim : 7).

 

  1. REZEKI TAK TERDUGA.

‎وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا( ) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barangsiapa yang bertakwa kepada ALLAH niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.”

(Surah At-Thalaq : 2-3).

 

  1. REZEKI KARENA ISTIGHFAR.

‎فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ( ) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا

“Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta.”

(Surah Nuh : 10-11).

 

  1. REZEKI KARENA MENIKAH.

‎وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka ALLAH akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan kurnia-Nya.”

(Surah An-Nur : 32).

 

  1. REZKI KARENA ANAK.

‎وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu kerana takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.”

(Surah Al-Israa’ : 31).

 

  1. REZEKI KARENA SEDEKAH

‎مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً

“Siapakah yang mahu memberi pinjaman kepada ALLAH, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka ALLAH akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak.”

(Surah Al-Baqarah : 245).

“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya. [HR Muslim, 3509].

 

Sebenarnya konsep rizki ini sudah jelas di sampaikan oleh Allah kepada kita, Cuma terkadang kita saja yang enggan mengkaji dan menelaah apa yang ada dalam Al Qur’an tersebut.

Leave a Comment