Tentang Organisasi HTI | Organisasi Terlarang

hizbut tahrir indonesia, Organisasi Terlarang, HTI

Siapa HTI Sebenarnya ?

Tentang Organisasi HTI – Kalua kita tinjau dari segi Bahasa Hisbu artinya PARTAI sedang Tahrir memiliki arti Kebebasan.

Organisasi ini di dirikan oleh seorang ulama bernama Taqiyuddin Nabhani beliau seorang ulama besar dari palestina, beliau juga menempuh Pendidikan di Cairo Mesir, belilau sang pendiri Organisasi yang di Negara kita Indonesia dilarang.

Taqiyuddin Nabhani ini tidak suka dengan Demokrasi, karena di pilih oleh semua masyarakat yang cara pandangnya tidak sama kepada seorang pemimpin yang tentunya akan banyak menimbulkan perbedaan, beliau pendiri HTI menginginkan pemilihan pemimpin dengan cara Ahlul Halli Wal Aqdi lalu kemudian di pimpin oleh seorang kholifah, yang secara garis besar sudah mengetahui kinerjanya.

Kemudian bagaimana dengan masyarakat yang tidak setuju dengan keputusan kholifah?

Masalah setuju dan tidak setuju itu urusan mereka, pun Dekmokrasi banyak dan lebih banyak pro kontranya, Cuma dalam hal ini tidak di anjurkan saling mencela, apapun keputusan kholifah tidak boleh di cela apa lagi sampai menebar kebencian. Apalagi di negara kita Indonesia ini sudah sepakat seluruh rakyatnya menggunakan rujukan PANCASILA yang di dalamnya mengandung unsur persatuan, oleh karena ini, mengecam, mencaci, membenci dan tidakan semacamnya tidak patut di lakukan oleh masyarakat yang masih mau menggunakan Pancasila sebagai acuan, kita hidup untuk menghargai pendapat orang lain.

Yang menjadi masalah adalah HTI mau mengganti Pancasila dengan Khilafah!

Dalam hal ini yang perlu kita fahami Bersama adalah jangan mudah mempercayai media tanpa ada landasan, jika ada kabar bahwa HTI ingin mengganti Pancasila maka coba kita lihat dan mengkaji AD.ART.

Kemudian ada lagi berita, bahwa HTI melanggar AD.ART yang telah dibuatnya.

Jika memang organisasi ini melanggar tinggal dibawah kerana hukum tanpa harus menebar kebencian yang berujung perpecahan.

Tidak hanya organisasi HTI, tapi semua organisasi jika mememang melanggar koridor yang telah dibuatnya itu salah, dan harus di luruskan melalui hokum yang berlaku, bukan dengan membenci, dan mengklem yang bukan bukan, karena akibatnya akan sangat fatal.

Baru jika memang terbukti bersalah maka biarkan pemerintah yang bertindak sesuai dengan hukum yang berlaku, jika memang harus di bubarkan ya tidak masalah, tanpa harus menjelek jelekkan dan membencinya berlebihan.

Salam persatuan, Kita Indonesia

Leave a Comment